MATERI PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
1
|
MIRNA SARI :
|
14159027
|
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI RAHMANIYAH SEKAYU
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN”. Makalah ini dibuat sebagai pemenuhan tugas yang telah diberikan oleh Bapak Rano Asoka S.E.
Kami menyadari walaupun telah terwujudnya makalah ini dengan usaha yang semaksimal mungkin, akan tetapi segala kekurangan dan ketidaksempurnaan selalu masih menjadi milik kami. Dalam kesempatan ini kami megucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberkan dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung, baik moril maupun materil, sehingga dapat terselesaikannya makalah kami ini.
Sebagai penutup kami sadar kalau sebagai manusia biasa tak dapat luput dari sebuah kesalahan, kekeliruan dan kekhilafan. Maka dari itu, sudilah kiranya para pembaca memberi ma’af yang sebesar-besarnya. Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………………………. i
Daftar Isi …………………………………………………………….. ii
Bab 1 Pendahuluan ……………………………………………………... 1
1.1. Latar Belakang …………………………………………………….. 1
1.2. Rumusan Masalah …………………………………………………. 2
1.3. Tujuan ……………………………………………………………… 3
1.4. Manfaat …………………………………………………………….. 3
Bab II Pembahasan ……………………………………………………... 4
2.1. Perkembangan Pengungkapan …………………………………….. 4
2.2. Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 2011…………………………. 6
2.3. Praktik Pelaporan Dan Pengungkapan…………………………….. 7
2.4. Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna Lap. Keuangan
Non-Domestik dan Prinsip Akuntansi Yang Digunakan………………. 9
2.5. Implikasi Bagi Para Pengguna Laporan Keuangan Dan Manajer …. 10
2.6. Pengembangan Akuntansi Translasi Mata Uang Asing ………….. 13
Bab III Penutup …………………………………………………………. 16
3.1.Kesimpulan ………………………………………………………… 16
3.2. Saran………………………………………………………………... 16
Daftar Pustaka ………………………………………………………….. 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Standar dan praktik pengungkapan di pengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya dan factor-faktor lainnya. Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perpedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Di amerika serikat, inggris dan Negara-negara anglo amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju.
Perpedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan. Di kebanyakan Negara-negara lain (seperti prancis, jepang dan beberapa Negara pasar yang berkembang). Kepemilikan saham masih tetap sangat terkonsentrasi dan bank (dan atau pemilik keluarga) secara tradisional menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Bank-bank ini kalangan dalam dan lainnya memperoleh banyak informasi keuangan dan aktivitas perusahaan.
Pemilihan pengungkapan manajer mencerminkan keseluruhan akibat keperluan pengungkaan dan insentif mereka untuk menguraikan informasi degan sukarela. Sejumlah aturan, seperti aturan akuntansi dan pengungkapan, dan engesahan oleh pihak ketiga (seperti auditing) dapat memperbaiki berfungsinya pasar. Aturan akuntansi mencoba mengurangi kemampuan manajer dalam mencatat transaksi-transaksi ekonomi dengan cara yang tidak mewakili kepentingan terbaik pemegang saham. Aturan pengungkapan menetapkan ketentuan-ketentuan untuk memastikan bahwa para pemegang saham menerima informasi yang tepat waktu, lengkap dan akurat.
1.2. Rumusan Masalah
Perlindungan terhadap pemegang saham berbeda antara satu Negara dengan Negara lain. Negara-negara anglo Amerika sepeti kanada, Inggris, dan Amerika Serikat memberikan perlindungan kepada pemegang saham yang ditegakkan secara luas dan ketat. Sebaliknya, perlindungan kepada para pemegang saham kurang mendapat perhatian dibeberapa Negara lain seperti Cina contohnya, yang melarang insider trading (perdagangan yang melibatka kalangan dalam) sedangkan penegakan hukum yang lemah membuat penegakkan aturan ini hampir tidak ada.
Bursa efek dan badan regulator pemerintah umumnya mengharuskan perusahaan-perusahaan asing yang mencatatkan saham untuk memberikan informasi keuangan dan informasi non keuangan yang sama dengan yang diharuskan kepada perusahaan domestic. Setiap informasi yang diumumkan, yang dibagikan kepada para pemegang saham atau yang dilaporkan kepada badan regulator dipasar domestic. Namun demikian, kebanyakan nagara tidak mengawasi atau menegakkan pelaksanaan ketentuan “kesesuaian pengungkapan antar wilayah (yuridis)
1.3. Tujuan.
Untuk melindungi investor, sebagian besar bursa sekuritas menentukan laporan dan kebutuhan pengungkapan pada perusahaan doestik dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka. Pengungkapan yang menyeluruh dan dapat dipercaya akan meigkatkan kepercayaan investor, dimana akan meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan kualitas pasar keseluruhan. Yang mewajibkan pendaftar asing untuk melengkapi informasi keuangan yang pada hakikatnya sama dengan yang dibutuhkan perusahaan domestic. Syarat laporan bagi perusahaan asing menghalangi mereka dari pembuatan sekuritas mereka yang ada di amerika serikat. Sebaliknya system akuntansi dan pengungkapan terkini melindungi investor dan memastikan kualitas pasar modal amerika serikat.
1.4. Manfaat
Dengan adanya pelaporan dan pencatatan pada perusahaan masing-masing akan memberi manfaat dan memberi perlindungan terhadap pemegang saham yang berbeda antar satu negara dengan negara lain. Dan pembaca dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
2.1 Perkembagan Pengungkapan
Standard praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya, dan factor-factor lainnya,\.
Perbedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan. Di AS, inggris raya dan Negara Aglo-Amerika lainnya, ekuitas pasar paling berjasa dalam menyediakan keuangan bagi perusahaan dan menjadi sangat maju. Dalam semua pasar ini, kepemilikan cenderung menyebar diantara para pemegang saham, dan proteksi investor sagat ditekankan. Investor dari pihak institusi memainkan peran yang berkembag di Negara-Negara ini, menuntut engembalian keuangan dan meningkatkan nilai pemegang saham. Pengungkapan public yang telah maju dalam merespon akuntabilitas perusahaan kepada masyarakat luas.
a. Pengungkapan Sukarela.
Manajemen memiliki informasi yang lebih baik daripada pihak luar mengenai performa perusahaan mereka saat ini dan ke depannya. Keuntungan dari pegungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perdagangan, bunga yang lebih tinggi dari analisis keuangan da ifestor, meningkatkan likuidasi saham dan biaya modal yang lebih rendah.
Tingkat pengungkapan sukarela meningkatkan Negara dengan pasar yang telah maju dan baru muncul. Tetapi diakui banyak pihak bahwa laporan keuangan bisa menjadi mekanisme cacat untuk berkomunikasi dengan infestor dari luar ketika insentif menejer tidak sebanding dengan bunga dari semua pemegang saham.
b. Inflasi
Inflasi merupakan ukuran perubahan harga secara menyeluruh. Tingkat bunga yang berlaku selalu mengacu kepada tingkat inflasio. Bila inflasi meningkat maka tingkat bunga nominal merupakan hasil jumlah inflasi dengan tingkat bunga riil.
c. Nilai Kurs
Salah satu variable makro yang sering dikelola dan dibuat dalam Undang-Undang yaitu nilai kurs. Nilai kurs harus dikelola agar tidak menimbulkan pesoalan pada inflasi dan perekonomian secara keseluruhan. Nilai kurs dollar ini juga selalu dikaitkan dengan cadangan devisa. Biasanya, kurs dollar suatu Negara akan bagus maka nilai cadangan devisanya sangat tinggi.
Pemerintah harus menjaganya dengan memberikan informasi kepada public secepatnya terutama kependudukan Indonesia agar bisa menahan nilai kurs tersebut pada level yang diinginkan. Kebijakan yang menaikkan inflasi tidak perlu diterbitkan Pemerintah dalam masa mendatang agar kurs dollar ini tetap stabil.
d. Harga Minyak
Indonesia sebagai salah satu penghasil minyak mentah menjadikan pendapatan dari minyak mentah sebagai salah satu sumber pendapatan dari APBN. Tetapi, pemerintah mengambil kebijakan untuk memberikan subsid aras harga minyak untuk dalam negeri yang dipakai masyarakat. Masyarakat yang berkecukupan juga disubsidi pemerintah dengan membelinya minyak premium untuk keperluan sehari-hari yitu transportasi mobil pribadi.
e. Utang Luar Negeri
Pemerintah Indonesia selalu menganut adanya deficit anggaran yang didanai dari hutang. Awalnya, ketika pemerintah Suharto, deficit anggaran tersebut di danai dari pinjaman luar negeri baik pinjaman tunai, proyek maupun kerjasama. Sebelum membahas utang Indonesia maka posisi Indonesia dibadingkan beberapa Negara yang ditunjukkan dibawah ini.
Utang luar negeri yang terus meningkat ini mempunyai persoalan dibelakang hari terutama akan meningkat terus bila dikonversikan terhadap rupiah bila Rupiah terus melemah. Persoalan berikutnya, bagaimana hutang tersebut akan dibayar bila perekonomian tidak terus mengalami peningkatan yang tajam, sementara kebijakan yang diambil selalu menjadi anak manis yang harus terus membayar hutang walaupun kenaikan hutang bukan kesengajaan tetapi situasi yang tidak bisa di kelola pemerintah maupun pemberi pinjaman.
Utang luar negeri yang dilakukan dengan sebuah komitmen dan disetujui melalui sebuah kontrak. Ada juga pinjaman luar negeri tersebut tidak ditarik pemerintah yang dikenal Undisbursed. Adapun Undisbursed loan yang sebesar US$ 9,3 miliar pada tahun 2006 meningkat menjadi US$ 9,7 miliar pada tahun 2007 dan seterusnya. Pemerintah sebaiknya memperbaiki hutang luar negeri agar tidak menjadi problematika dimasa mendatang, yaitu dengan rekayasa keuangan dimana hutang yang diterima bisa membayar pokok hutang tersebut melalui jaminan jaminan hutang tersebut.
2.2 Prospek Ekonomi Indonesia tahun 2011
Pemahaman terhadap ekonomi 2010 telah diuraikan sebelumnya, dima angka-angka yang diperoleh bisa tercapai. Pada tahun 2011pemerintah dan pihak swasta memberikan proyeksi pada tahun 2011 sebagai berikut :
· Ekonomic Growth 6,4%
· Kurs Rupiah Rp. 9.250 per US$
· SBI 3 month 6,5%
· Inflasi 5,3%
· Harga Minyak US$ 80 per barrel
· Lifting Minyak 970 ribu per hari
· Industri Properti Growth 12% equivalen
· Penjualan motor growth 12%
· Pertumbuhan Investasi (PMA/PMDN) diatas 15%
Angka pertumbuhan yang dicanangkan pemerintah tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam hal harga minyak dan lifting minyak maka pemerintah kelihatan sedikit mendekati tetapi untuk harga minyak kebanyakan meleset. Hanya lifting minyak yang sedikit tepat dua tahun terakhir, dikarenakan factor luar tidak ada yang mempengaruhi sehingga angka tersebut tercapai. Baru-baru ini, pemerintah membuat kebijakan tentang subsidi BBM dimana semua mobil plat hitam tidak boleh membeli premium dan harus pertamax. Artinya ada pergeseran pembelian dan meningkatkan pembelian. Peningkatan pembelian ini juga merupakan kebijakan pemerintah yang meningkatkan harga terselubung sehingga inflasi akan meningkat dimasa mendatang. Akibatnya kenaikan inflasi membuat pengambilan kebijakan harus menaikkan tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan memberikan persoalan bagi perekonomian di masa mendatang.
Pemerintah harus bekerja keras lagi untuk meningkatkan perekonomian, salah satu tindakan yang perlu dilakuka yaitu memperbesar ekspansi dan tidak terlambat. Salah satu contoh realisasi APBN yag selalu terlambat dan bila ini bisa diperbaiki akan menimbulkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan. Swasta tidak mungkin mungkin melakukan investasi bila pemerintah tidak menjai leader dalam bidang ini. Mudah-mudahan pemerintah merubah strateginya pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat tercapai.
2.3 Praktik Pelaporan Dan Pengungkapan
Praktik pengungkapan laporan tahunan memperlihatkan respons manajer terhadap kebutuhan pengungkapan dan insentif untuk menyediakan informasi laporan keuangan kepada pengguna secara sukarela.
a. Pengungkapan Informasi Progresif
1. Perkiraan pendapatan, laba rugi, arus kas, pengeluaran modal, dan hal keuangan lainnya.
2. Tujuan Informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi masa depan.
3. Laporan program dan sasaran manajemen untuk usaha masa depan.
Tujuan utama investor dan analisis tersebut adalah menilai pendapatan dan arus kas di masa depan.
b. Pengugkapan Segmen
Permintaan investor dan analisis akan informasi mengenai hasil operasi dan keuangan segmen industry tergolong signifikan dan semakin meningkat. Contoh, para analisis keuangan di Amerika secara konsisten telah meminta data laporan dalam betuk disagregat yang jauh lebih detail dari yang ada sekarang. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) juga membahas pelaporan segmen yang sangat mendetail. Laporan ini membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami secara lebih baik bagaimana bagian-bagian dalam suatu perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan.
c. Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial
Saat ini perusahaan dituntut untuk menunjukkan rasa taggung jawab kepada sekelompok besar yang di sebut pihak-pihak yang berkepentingan (Stakeholders) seperti karyawan, pelanggan pemasok, pemerintah, kelompok aktivis, dan masyarakat umum.
Informasi mengenai kesejahteraan karyawan telah lama menjadi perhatian bagi organisasi buruh. Bidang permasalahan yang menjadi perhatian terkait dengan kondisi kerja, keamanan pekerjaan, kesejahteraan dalam kesempatan, keanekaragaman angkatan kerja dan tenaga kerja anak-anak. Pengungkapan karyawan juga diminati oleh para investor karena memberikan masukan berharga mengenai hubungan kerja, biaya, dan produktivitas perusahaan.
2.4. Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna Laporan Keuangan Non-domenstik Dan Prinsip Akuntansi Yang Digunakan.
Laporan khusus untuk mengakomodasi pengguna laporan keuangan Non-domestik meliputi sebagai berikut :
1. “Laporan ulang yang mudah” tentang informasi keuangan kedalam mata uang asing,
2. Pembahasan perbedaan antar prinsip akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa ketetapan prinsip akuntansi lainnya,
3. Posisi laporan keuangan ulang terbatas ditetapkan prinsip akuntansi kedua,
4. Sebuah laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua.
a. Pengungkapan Pengelolaan Perusahaan
v Komponen dari rancangan kerja untuk memahami dan mengenali pengelolaan perusahaan adalah infrastruktur pasar, lingkungan hukum, pengaturan lingkungan, informasi infrastruktur.
v Pengungkapan pengelolaan perusahaan mencakup laporan bagaimana pemerintah mengelola informasi tentang jajaran direktur, dan sebuah pembahasan pengendalian internal.
b. Pengungkapan dan Laporan Bisnis di Internet
v World Wibe Web terus digunakan sebagai sebuah ruang penyebaran informasi, dengan media cetak yang selalu mendapat peran kedua.
v Sebuah perkembangan penting yang akan memfalisitasi laporan bisnis melaui Web adalah Extensible Bussiness Reporting Language (XBRL), yaitu sebuah system penamaan informasi atau data.
2.5 Implikasi Bagi Para Pengguna Laporan Keuangan Dan Manajer
Para manajer dari banyak perusahaan terus-menerus sangat dipengaruhi oleh biaya pengungkapan informasi yang bersifat wajib, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela semakin meningkat diseluruh dunia. Manajer dinegara-negara yang secara tradisional memiliki pengungkapan rendah harus mempertimbangkan apakah menerapkan kebijakan peningkatan dapat memberikan manfaat dalam jumlah yang signifikan bagi perusahaan mereka. Lagipula, para manajer yang memutuskan untuk memberikan pengungkapan yang lebih banyak dalm bidang-bidang yang dipandang penting oleh para insvestor dan analisis keuangan, seperti pengungkapan segmen dan rekonsiliasi, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perusahaan lain yang memiliki kebijakan pengungkapan yang ketat.
a. Alasan Translasi Mata Uang Asing.
Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Translasi mata uang asing dilakuakan untuk mempersiapka laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan pada pembaca nformasi mengenai operasional perusahaan secara global, dengan memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan terhadap mata uang asing induk perusahaan.
Tiga alasan dilakukannya translasi mata uang asing, yaitu :
1. Mencatat transaksi mata uang asing,
2. Memperhitungkan efek perusahaan terhadap translasi mata uang, dan
3. Berkomunikasi denga peminat saham asing.
b. Latar Belakang dan Terminologi.
Transaksi dan mata uang bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap.
1. Kurs pasar spot dipengaruhi berbagai factor, termasuk juga perbedaan tingkat inflasi antar negara, perbedaan pada saham nasional, dan ekspektasi mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya.
2. Kurs pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah ditetapkan untuk masa yang akan datang. Transaksi pada pasar forward mendapatkan potongan atau premi dari pasar spot atau sebagai tingkat palsu pasar forward.
3. Transaksi kurs swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward mata uang.
c. Efek Laporan Keuangan Terhadap Kurs Alternaif Translasi Mata Uang Asing.
Tiga kurs translasi yang digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestic, yaitu :
1. Kurs saat ini, Kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan,
2. Kurs Historis, Translasi mata uang yang berlaku saat asset dengan mata uang pertama kali didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul.
3. Kurs rata-rata, nilai rata-rata biasa atau dengan pembobotan baik pada kurs historis atau saat ini.
Translasi Mata Uang Asing.
1. Metode Nilai Tukar Tunggal
2. Metode Nilai Tukar Ganda
3. Metode Current-Noncurrent
4. Metode Moneter-Nonmoneter
5. Metode Kurs Sementara
Tipe dalam Penyesuaian Tukar-Menukar.
1. Transaksi Mata Uang Asing.
Criteria mata uang fungsional
Faktor
Ekonomi
|
Mata Uang Lokal sebagai
Mata Uang Fungsional
|
Mata Uang Induk Perusahaan Sebagai Mata Uang Perusahaan
|
Arus Kas
|
Menggunakan mata uang local dan tidak berpengaruh terhadap arus kas
|
Berpengaruh secara langsung terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan.
|
Harga Jual
|
Sangat tidak peduli dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi local.
|
Responsif terhadap perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional.
|
Harga Pasar
|
Kebanyakan pada Negara adidaya dan menggunakan mata uang local
|
Kebanyakan pada Negara induk dan menggunakan mata uang Negara induk.
|
Anggaran Biaya
|
Sering terjadi pada daerah local
|
Sangat berkaitan dengan factor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
|
Keuangan
|
Menggunakan mata uang local dan dilayani oleh operasional local
|
Diberikan oleh induk perusahaan atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi kewajiban jangka panjang
|
Internal Perusahaan
|
Jarang, tidak ekstensif
|
Sering kali dan transaksi yang ekstensif
|
2. Perspektif Transaksi Tunggal
Pada transaksi tunggal, peyesuainan nilai tukar (baik stabil atau tidak ) dimasukkan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal.
3. Perspektif transaksi Ganda
Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.
2.6 Pengembangan Akuntansi Translasi Mata Uang Asing
Beberapa perspektif histotis tentang akuntansi translasi mata uang asing di Negara Amerika, sebgai berikut :
1. Pra-1965
Praktik translasi mata uang asing masih dipandu dari Accounting Research,
2. 1965-1981
FASB mengeluarkan satetement of Financial Accounting Standards.
a. Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga
Fluktuasi nilai mata uang dan perubahan harga uang atau barang dan jasa merupakan karakteristik yang tak terpisahkan dalam bisnis internasional. Para analisis keuangan harus memahami cara untuk penentuan dan penysuaian perubahan harga.
1. Definisi Perubahan Harga.
o Perubahan harga umum.
1. Inflasi adalah kenaikan harga secara umum.
Penyebab inflasi :
1. Kebijakan Moneter
2. Kebijakan fiscal
3. Biaya pemilihan umum yang terlalu besar
4. Penyebaran inflasi Internasional
5. Deflasi adalah penurunan harga secara umum.
o Perubahan harga speifik,
2. Laporan Keuangan dan Perubahan Harga
Selama periode inflasi laporan keuangan bisa menyesatkan nilai aktiva rendah beban rendah laba tinggi lalu akan berdampak pada pajak, deviden, gaji dan upah, dan kebijakan perusahaan. Ketidakakuratan ini akan mendistorsi :
1. Proyeksi keuangan
2. Anggaran
3. Kinerja
3. Jenis Penyesuaian Inflasi
Penyesuaian tingkat harga umum.
a. Indeks harga
Angka indeks harga digunakan dalam translasi jumlah uang yang dibayarkan diperiode sebelumnya ke dalam setara daya beli di akhir periodenya (yaitu daya beli tetap-biaya historis)
b. Penggunaan indeks harga
c. Obyek penyesuaian tingkat harga umum.
Penyesuaian biaya kini, yaitu :
1. Aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini
2. Laba adalah resources yang bisa didistribusikan dalam satu periode.
4. Sudut Pandang Terhadap Akuntansi Inflasi.
1. Negara mencoba metode akuntansi inflasi yang berbeda-beda
2. AS pada tahun 1979 melalui FSAB mengeluarkan SFAS 33 tentang pelaporan keuangan dan perubahan harga dan SFAS 89 melaporkan pengaruh atas harga yang berubah.
3. Inggris melalui ASC menerbitkan SSAP 16 untuk metode pelaporan akun-akun yang disesuaikan karena inflasi.
4. Akuntansi inflasi di Brasil menentukan bahwa penyesuaian inflasi aktiva permanen dan ekuitas disajkan bersih dan terpisah dengan laba.
5. Badan Standar Akuntansi Internasional
1. Internasional Accounting Standards Board (IASB) menyatakan dalam Internasional Accounting Standards (IAS) 29 tentang pelaporan keuangan dalam Perekonomian Hiperinflasi.
2. Perusahaan yang melakuakan pelaporan harus mengungkapkan fakta, kerangka dasar penilaian aktiva, identias dan tingkat indeks harga, dan keuntugan/kerugiaan moneter.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Standard praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubunan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya, dan factor-factor lainnya,\.
Perbedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan. Di AS, inggris raya dan Negara Aglo-Amerika lainnya, ekuitas pasar paling berjasa dalam menyediakan keuangan bagi perusahaan dan menjadi sangat maju. Dalam semua pasar ini, kepemilikan cenderung menyebar diantara para pemegang saham, dan proteksi investor sagat ditekankan. Investor dari pihak institusi memainkan peran yang berkembag di Negara-Negara ini, menuntut engembalian keuangan dan meningkatkan nilai pemegang saham. Pengungkapan public yang telah maju dalam merespon akuntabilitas perusahaan kepada masyarakat luas.
a. Perkembangan Sukarela
b. Inflasi
c. Nilai Kurs
d. Harga Minyak
e. Utang Luar Negeri
3.2 Saran
Semoga dengan materi Pelaporan dan Pengungkapan dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak yang membutuhkan.
Daftar Pustaka
· Prof. Dr. Adler Haymans Manurung,Evaluasi ekonomi 2010 dan prospek ekonomi 2011
· http://www.newsbanking.com/2010/09/prospek-ekonomi-indonesia-2010-2011.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar